20 September 2026

US$900 Juta untuk Kapal Tua, US$700 Juta untuk Kapal Baru: Kalkulatornya di Mana ???



US$900 Juta untuk Kapal Tua, US$700 Juta untuk Kapal Baru: Kalkulatornya di Mana ???

Jakarta 20 September 2026
Oleh : Purnawirawan Perwira Korps Teknik TNI AL


Kalau Indonesia Sudah Membangun Kapal 163 Meter untuk UEA, Mengapa Tidak Mengembangkannya Menjadi 180 Meter dengan Flight Deck Seluas Garibaldi?

Kehadiran Giuseppe Garibaldi di Indonesia mudah menimbulkan kekaguman. Kapalnya besar, mempunyai flight deck yang panjang, pernah mengoperasikan pesawat dan helikopter, dan namanya sudah dikenal sebagai salah satu kapal penting Angkatan Laut Italia.

Tetapi kekaguman tidak boleh menggantikan perhitungan.

Pertanyaannya bukan sekadar apakah Garibaldi dapat digunakan Indonesia.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk merevitalisasi dan memodernisasi Garibaldi, dan apa yang sebenarnya dapat dibuat Indonesia sendiri dengan uang sebesar itu?

Angka yang telah muncul ke publik sangat menarik.

Associated Press pada 18 September 2026 melaporkan bahwa pembiayaan sebesar US$450 juta telah disetujui untuk program kapal Garibaldi. Dalam laporan yang sama muncul peringatan bahwa biaya retrofit dapat mencapai sekitar US$900 juta. Angka US$900 juta bukan harga kontrak final, melainkan estimasi/peringatan yang disampaikan dalam perdebatan publik.

Dengan demikian, untuk keperluan analisis, kita mempunyai rentang angka yang layak dibandingkan:

GARIBALDI: US$450–900 JUTA

Sekarang lihat apa yang sedang dilakukan industri Indonesia.

PT PAL Indonesia sedang membangun kapal multirole/LPD sepanjang 163 meter untuk Angkatan Laut Uni Emirat Arab.

Kontraknya bernilai:

US$408 JUTA

atau AED1,5 miliar. Kontrak tersebut ditandatangani pada 2023, konstruksi dimulai pada 2024, dan kapal dijadwalkan diserahkan kepada UEA sebelum akhir 2027.

Jadi Indonesia tidak sedang memulai dari nol.

Indonesia sudah memiliki kemampuan membangun kapal perang 163 meter untuk negara lain.

Pertanyaannya menjadi sederhana:

Kalau kita sudah mampu membuat 163 meter, berapa biaya untuk mengembangkannya menjadi sekitar 180 meter dengan flight deck seluas Garibaldi?


GARIBALDI SEBENARNYA TIDAK TERLALU JAUH DARI KELAS KAPAL YANG SUDAH DIBANGUN INDONESIA

Data resmi Angkatan Laut Italia menunjukkan Giuseppe Garibaldi mempunyai panjang 180,2 meter, displacement penuh 13.850 ton, lebar 23,4 meter pada garis air, lebar flight deck 30,4 meter, panjang flight deck sekitar 173,8 meter, daya mesin 60.400 kW dan kecepatan maksimum 30 knot.

Sementara itu, spesifikasi publik untuk desain multirole 163 meter PT PAL menunjukkan beam sekitar 24 meter dan displacement sekitar 13.170 ton. Desain generiknya menggunakan dua mesin masing-masing sekitar 7.280 kW, kecepatan 20 knot dan range sekitar 10.000 nautical miles. Naval News menegaskan bahwa spesifikasi brosur tersebut merupakan konfigurasi desain pemasaran 163 meter dan tidak harus identik seluruhnya dengan kapal UEA, tetapi ukuran dan kelas platformnya tetap memberikan basis pembanding yang sangat berguna.

Bandingkan:

Parameter

PT PAL 163 m

Garibaldi

Panjang

163 m

180,2 m

Beam/hull

±24 m

         23,4 m waterline

Displacement

±13.170 ton

13.850 ton

Daya propulsi referensi

±14,56 MW

60,4 MW

Kecepatan

±20 knot

30 knot

Perbedaan displacement hanya:



Dalam persentase:



Panjang berbeda:



atau sekitar:



Jadi kita tidak sedang membandingkan kapal buatan Indonesia yang kecil dengan sebuah kapal raksasa yang berada jauh di luar kemampuan industri nasional.

Kelas ukurannya sudah sangat dekat.


YANG DIBUTUHKAN ADALAH PENGEMBANGAN DESAIN

Tidak perlu menyalin Garibaldi.

Konsep yang saya usulkan adalah kapal sepanjang sekitar 180 meter, tetapi dibangun sebagai turunan kapal multirole/LPD yang sudah dikuasai PT PAL.

Untuk memudahkan pembahasan, sebut saja:

INDONESIAN MULTIROLE HELICOPTER SHIP 180 — IMHS-180

Konsep kasarnya:

Parameter

IMHS-180

Panjang

±180 m

Beam hull

±26 m

Lebar flight deck

±30,4 m

Panjang flight deck

±174 m

Luas flight deck

±5.300 m²

Displacement penuh

±17.000 ton

Kecepatan

20–22 knot

Propulsi

diesel/CODAD

Installed propulsion

±20–28 MW

Helicopter operating spots

±5–6

Hangar

±8–10 helikopter medium, tergantung tipe

Aircraft elevator

2, konseptual

UAV facility

dedicated

Vehicle deck

ada

Well deck

dapat dipertahankan

Pasukan

sekitar 400–500, tergantung konfigurasi

Rumah sakit

dedicated

Command center

dedicated

Target umur desain

±30–35 tahun

Ini bukan desain resmi PT PAL.

Ini adalah desain konseptual dari para Purnawirawan Perwira teknik TNI AL untuk menghitung skala kapal dan kisaran biayanya.


FLIGHT DECK-NYA DIBUAT SELUAS GARIBALDI

Flight deck Garibaldi mempunyai ukuran kurang lebih:



Secara geometris:



Maka kapal baru Indonesia dapat menargetkan:

±5.300 M² FLIGHT DECK

Kita gunakan panjang:



dan lebar:



Maka:



Praktis sama dengan Garibaldi.

Kalau beam hull kapal baru sekitar 26 meter, sedangkan flight deck selebar 30,4 meter:



Dibagi kedua sisi:



Artinya flight deck memiliki overhang sekitar 2,2 meter di setiap sisi.

Tentu struktur itu harus dirancang sejak awal melalui perhitungan longitudinal strength, transverse strength, stabilitas, center of gravity, wind loading dan kekuatan struktur elevator.

Tetapi semua itu adalah masalah rekayasa kapal.

Bukan suatu lompatan teknologi yang tidak mungkin dilakukan.


MENGHITUNG DISPLACEMENT

Kita mulai dari basis sekitar:



Panjang dinaikkan dari:



Rasionya:



Beam dari:



Rasionya:



Pendekatan volumetrik sederhana memberi:



Kemudian perlu allowance untuk full flight deck, hangar, elevator, aviation fuel, struktur penguat, fasilitas drone, tambahan generator dan sistem command.

Misalnya kita gunakan allowance sekitar 8 persen:



Maka target displacement yang masuk akal untuk tahap konsep adalah:

±17.000 TON

Dibanding Garibaldi:



Kapal baru memang sedikit lebih besar.

Tetapi tambahan volume itu justru dapat digunakan untuk kebutuhan Indonesia seperti well deck, kendaraan, logistik, pasukan, rumah sakit, UAV dan endurance.


TIDAK PERLU MENIRU MESIN GARIBALDI

Garibaldi mempunyai empat gas turbine LM2500 dengan total daya:



Daya sebesar itu berhubungan dengan requirement kapal untuk mencapai sekitar:



Indonesia tidak otomatis membutuhkan 30 knot.

Kalau kapal baru ditujukan untuk helikopter, drone, command and control, HADR, operasi amfibi dan pengangkutan logistik, kecepatan 20–22 knot dapat menjadi pilihan yang jauh lebih ekonomis.

Desain 163 meter PT PAL mempunyai referensi daya sekitar:



untuk sekitar 20 knot pada displacement ±13.170 ton.

Gunakan pendekatan Admiralty:



Pada displacement:



dan tetap 20 knot:



hasilnya sekitar:



Tambahkan sea margin sekitar 15 persen:



Jadi installed propulsion sekitar:

20–22 MW

layak dijadikan titik awal studi untuk target 20 knot.

Jika ingin 22 knot:



Dengan margin:



Sehingga target installed power:

±26–28 MW

cukup masuk akal untuk dikaji.

Dengan demikian:

Garibaldi

    Kapal Baru

Installed power

60,4 MW

   ±20–28 MW

Kecepatan

30 knot

20–22 knot

Mesin

gas turbine

diesel/CODAD

Angka tersebut tidak berarti konsumsi BBM dapat langsung dibandingkan hanya dari installed power, karena konsumsi aktual tergantung profil operasi. Tetapi secara desain jelas bahwa kapal baru tidak perlu membawa sistem propulsi 60 MW hanya untuk memperoleh flight deck yang besar.


SEKARANG HITUNG HARGANYA

Inilah inti pembahasannya.

Kita mempunyai benchmark transaksi nyata:

PT PAL–UEA: US$408 JUTA

untuk kapal 163 meter.

Sekarang desain dikembangkan dari sekitar:



menjadi:



Untuk rough-order-of-magnitude dapat digunakan pendekatan cost-capacity:



Maka:



hasilnya sekitar:



Angka tersebut menjadi perkiraan platform dasar yang sudah diperbesar, bukan quotation PT PAL.

Kemudian ditambahkan kebutuhan khusus aviation/multirole ship.

Komponen

Estimasi kasar

Platform 180 m / ±17.000 ton

US$482 juta

Full flight deck + reinforcement

US$45–55 juta

Hangar + aircraft elevators

US$30–40 juta

Aviation fuel & firefighting

US$15–20 juta

UAV/aviation support

US$10–15 juta

Hospital/command/HADR adaptation

US$10–15 juta

Engineering & redesign

US$25–30 juta

Integration, trials, spares & contingency

US$33–43 juta

TOTAL

±US$650–700 juta

Maka estimasi konseptualnya:

KAPAL BARU INDONESIA

US$650–700 JUTA

Sekali lagi:

US$650–700 juta bukan harga penawaran PT PAL.

Itu adalah perhitungan kasar yang dibuat dengan menggunakan kontrak nyata UEA US$408 juta sebagai titik awal.


SEKARANG MASUKKAN GARIBALDI KE DALAM PERHITUNGAN

Garibaldi diluncurkan tahun 1983 dan masuk dinas pada 1985.

Italia menempatkannya dalam status reserve pada 2024.

Reuters melaporkan dokumen pemerintah Italia menyebut structural wear serta obsolescence of onboard system sebagai alasan kapal tersebut tidak lagi memenuhi kebutuhan kemampuan dan operasional Italia.

Artinya, kalau Indonesia ingin mengoperasikannya untuk belasan tahun lagi, revitalisasi tidak hanya berurusan dengan cat dan radar.

Kondisi struktur harus diperiksa.

Gas turbine harus diperiksa.

Gearbox harus diperiksa.

Shaft harus diperiksa.

Generator harus diperiksa.

Pipa harus diperiksa.

Kabel harus diperiksa.

Tangki harus diperiksa.

Sistem elevator, flight deck, firefighting dan aviation support juga harus disesuaikan.

Semakin besar bagian yang harus diperbaharui, semakin dekat refurbishment itu kepada pekerjaan rekonstruksi kapal.


PERBANDINGAN BESARNYA

Sekarang angka utama kita letakkan berdampingan.

GARIBALDI

US$450–900 JUTA

Rentang ini berasal dari angka pembiayaan US$450 juta yang dilaporkan AP dan estimasi/peringatan biaya retrofit hingga sekitar US$900 juta. Ini bukan berarti kontrak final Garibaldi pasti US$900 juta.

Bandingkan dengan:

KAPAL BARU INDONESIA

US$650–700 JUTA

yang merupakan estimasi konseptual berdasarkan kontrak PT PAL–UEA sebesar US$408 juta.


HEAD-TO-HEAD

Parameter

Garibaldi Direvitalisasi

Kapal Baru Indonesia

Rentang biaya yang dibandingkan

US$450–900 juta

US$650–700 juta

Tahun hull

1983

Baru

Panjang

180,2 m

±180 m

Flight deck

±5.300 m²

±5.300 m²

Displacement

13.850 t

±17.000 t

Mesin

existing/overhaul sesuai kondisi

baru

Gearbox

existing/overhaul sesuai kondisi

baru

Generator

kombinasi existing/replacement

baru

Pipa dan kabel

sebagian lama/sebagian renewal

baru

Propulsion power

60,4 MW

±20–28 MW

Speed

30 kt

20–22 kt

UAV facility

adaptasi

dirancang sejak awal

Hospital/HADR

adaptasi

dirancang sejak awal

Well/vehicle deck

terbatas desain existing

dapat dirancang sejak awal

Target umur

tambahan umur hasil refurbishment

±30–35 tahun desain baru


TITIK KRITISNYA ADA PADA US$650–700 JUTA

Kalau seluruh program Garibaldi dapat diselesaikan hanya:



maka dibanding kapal baru US$650 juta ada selisih:



Secara investasi awal, Garibaldi memang lebih murah.

Tetapi jika biaya Garibaldi naik menjadi:



maka kita sudah memasuki harga batas bawah kapal baru.

Kalau mencapai:



maka:



Dan bila biaya mendekati:



maka dibanding kapal baru US$700 juta:



Pada skenario tersebut Indonesia dapat mengeluarkan sekitar:

US$200 JUTA LEBIH BESAR

untuk merevitalisasi kapal dengan hull yang diluncurkan tahun 1983 daripada estimasi pembangunan kapal baru.


“TAPI GARIBALDI GRATIS”

Inilah kalimat yang paling perlu diluruskan.

Hull-nya memang dihibahkan.

Tetapi kapal perang tidak menjadi gratis hanya karena harga perolehannya nol.

Reuters melaporkan Italia sendiri menilai Garibaldi sekitar €54 juta dan menyebut transfer kapal tersebut akan menghemat biaya pemeliharaan dan biaya pembongkaran bagi Italia.

Artinya penerima tetap harus menghitung:

biaya revitalisasi,

modernisasi,

docking,

propulsion,

electrical renewal,

combat system,

aviation system,

spare parts,

training,

operasi,

dan maintenance berikutnya.

Jadi perbandingan yang benar bukan:

Garibaldi gratis versus kapal baru US$700 juta.

Tetapi:

GARIBALDI SIAP OPERASI

versus

KAPAL BARU SIAP OPERASI.


DAN DI SINILAH INDUSTRI INDONESIA HARUS MASUK DALAM PERHITUNGAN

Indonesia bukan negara yang belum pernah membuat kapal besar.

PT PAL telah membangun LPD untuk TNI AL, kapal untuk Filipina, kapal rumah sakit, dan sekarang kapal 163 meter untuk UEA. Naval News mencatat TNI AL telah mengoperasikan lima LPD dan dua hospital ship berbasis keluarga Makassar, sementara PT PAL juga membangun LPD untuk negara lain.

Kapal UEA bahkan disebut mempunyai flight deck yang dapat menampung tiga helikopter ukuran H225M secara bersamaan atau bahkan CH-47 Chinook, disertai hangar dan kemampuan UAV.

Artinya kemampuan dasar aviation support itu pun sudah mulai ada pada desain yang dibuat industri Indonesia.

Kalau ingin flight deck lebih panjang, desain diperpanjang.

Kalau ingin hangar lebih besar, hangar diperbesar.

Kalau ingin dua elevator, masukkan sejak tahap requirement.

Kalau ingin fasilitas UAV, desain sejak awal.

Kalau ingin rumah sakit besar, sediakan volumenya.

Kalau ingin well deck dan vehicle deck, pertahankan DNA LPD-nya.

Inilah perbedaan antara merevitalisasi kapal lama dengan merancang kapal baru.

Pada kapal baru, kebutuhan Indonesia menentukan kapalnya.

Pada kapal lama, kebutuhan Indonesia harus menyesuaikan ruang yang sudah dibuat oleh orang lain lebih dari empat puluh tahun lalu.


ANGKA YANG PALING PENTING SEBENARNYA SANGAT SEDERHANA

Garibaldi:



PT PAL sudah membuat untuk UEA:



Selisih:



atau sekitar:



Garibaldi:



Basis desain 163 m:



Selisih:



atau hanya sekitar:



Jadi industri Indonesia sudah berada pada kelas ukuran yang mendekati Garibaldi.

Kita tidak perlu memulai dari kapal kecil.

Kita tinggal mengembangkan desain yang sudah ada menjadi kapal sekitar 180 meter dengan full flight deck.

JADI APA PILIHANNYA?

Kalau Garibaldi benar-benar dapat direvitalisasi secara menyeluruh pada US$450 juta, maka angka itu memang patut dipertimbangkan karena masih jauh lebih rendah dibanding estimasi US$650–700 juta kapal baru.

Tetapi jika kebutuhan perbaikan berkembang dan biayanya bergerak menuju:



maka kita harus bertanya:

Mengapa tidak membandingkannya langsung dengan pembangunan kapal baru?

Dan kalau akhirnya mendekati:



pertanyaannya menjadi lebih serius lagi.

Sebab dengan perkiraan sekitar:

US$650–700 JUTA

Indonesia secara konseptual dapat memperoleh kapal:

baru dari lunas sampai flight deck, sekitar 180 meter, sekitar 17.000 ton, flight deck sekitar 5.300 m², propulsion baru, generator baru, gearbox baru, pipa baru, kabel baru, hangar baru, UAV facilities baru, rumah sakit baru, command center baru, dan dirancang sejak awal untuk kebutuhan Indonesia.

Semua itu berdasarkan pengembangan kemampuan yang sudah nyata:

PT PAL SUDAH MENJUAL KAPAL 163 METER KEPADA UEA SEHARGA US$408 JUTA.

Maka perdebatan yang sehat bukanlah apakah Garibaldi kelihatan hebat.

Perdebatannya adalah value for money.

Di satu sisi:

US$450–900 JUTA

REVITALISASI DAN MODERNISASI GARIBALDI

Di sisi lain:

US$650–700 JUTA

ESTIMASI KAPAL BARU BUATAN INDONESIA

Dan begitu biaya revitalisasi Garibaldi menyentuh wilayah US$650–700 juta, kita sudah tidak lagi membandingkan kapal gratis dengan kapal mahal.

Kita sedang membandingkan:

KAPAL LAMA YANG DIPERBAHARUI

dengan:

KAPAL BARU YANG DIBANGUN SENDIRI.

Indonesia sudah membuktikan kepada UEA bahwa kita mampu membangun kapal 163 meter.

Kalau hanya ingin memperoleh fungsi seperti Garibaldi—flight deck besar, helikopter, drone, command center dan dukungan operasi—maka tantangan selanjutnya sebenarnya bukan lagi apakah Indonesia mampu.

Pertanyaannya justru:

MENGAPA KEMAMPUAN YANG SUDAH KITA JUAL KEPADA NEGARA LAIN TIDAK KITA KEMBANGKAN UNTUK KEPENTINGAN KITA SENDIRI???

Mari kita tanya kepada rumput yang bergoyang !!!

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar